Hidup yang Transparan

Anakku,

Salah satu bekal yang kuat untuk menjalani kehidupan adalah hidup yang transparan.

Bagaimana hidup yang transparan itu terjadi? Yaitu ketika kamu senantiasa menjaga kejujuran dalam hidupmu. Kepada dirimu kamu jujur, kepada sesama manusia kamu jujur, dan demikian pun kepada Tuhan. Kamu hidup apa adanya, dengan segala kebaikan yang selalu kamu usahakan dan segala kekurangan yang kamu perbaiki.

Hidup yang transparan adalah hidup yang membahagiakan. Tak ada yang ditakuti dan dikhawatirkan. Tak ada yang bisa mengancam untuk membongkar kegelapan yang ada dalam dirimu karena semua yang ada dalam dirimu adalah terang.

Ada dua hal yang seringkali membuat seseorang kehilangan transparansi dalam hidupnya. Yang pertama adalah niat & kepentingan yang disembunyikan. Yang kedua adalah dosa & kesalahan yang pernah dilakukan.

Oleh karena itu, hal yang perlu kamu pastikan dalam hidupmu dan tak boleh kamu kompromikan dengan apapun adalah bahwa kamu selalu memiliki niat yang benar. Kamu selalu memiliki niat yang baik. Kamu sama sekali tak punya niat buruk kepada siapapun dan untuk apapun.

Niat yang baik adalah penyelamat untuk problem yang kedua, dosa & kesalahan. Sebab, setiap manusia tak pernah bisa lepas sama sekali dari dosa dan kesalahan. Bukan berarti ini adalah pembenaran terhadap dosa dan kesalahan, tetapi dosa & kesalahan yang dilakukan tanpa niat buruk memiliki beban yang lebih ringan daripada yang memang sengaja dilakukan dengan niat jahat.

Nah, berbicara tentang dosa & kesalahan, inilah yang seringkali ditakuti manusia. Manusia ingin selalu kelihatan mulia dan tak ingin terlihat buruk, sehingga sangat menakuti terungkapnya dosa dan kesalahan yang dilakukannya. Manusia takut menerima konsekuensi atas dosa dan kesalahan yang dilakukannya.

Padahal, mengakui dan memperbaiki dosa & kesalahan jauh lebih mudah daripada menutupi dan menyangkalnya. Kegelapan (Iblis) senang menggunakan doa & kesalahan sebagai sarana untuk menakut-nakuti manusia.

Oleh karena itu, didiklah dirimu untuk berani mengakui dosa & kesalahan, bermohon ampun kepada Tuhan, dan memperbaiki kesalahan yang sudah pernah kamu lakukan.

Jika kamu konsisten dengan dua jalan ini: niat yang murni & kejujuran, pintu kebahagiaan terbuka sangat lebar bagimu.

 

 

Leave a Reply