<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Detak Nurani</title>
	<atom:link href="http://detaknurani.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://detaknurani.com</link>
	<description>Menyuarakan kata hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 Apr 2011 05:27:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.1</generator>
		<item>
		<title>Posting pertama</title>
		<link>http://detaknurani.com/berita/posting-pertama-2/</link>
		<comments>http://detaknurani.com/berita/posting-pertama-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 05:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://detaknurani.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya, tertulis juga posting pertama hari ini. Sudah lama aku ingin mengaktifkan blog Detak Nurani ini. Tapi selalu saja tertunda karena alasan macem-macem. Mengiringi posting pertama ini, aku sedang merasakan kegalauan membaca berita hasil survey yang dilakukan Lembaga Kajian Islam &#8230; <a href="http://detaknurani.com/berita/posting-pertama-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya, tertulis juga posting pertama hari ini.</p>
<p>Sudah lama aku ingin mengaktifkan blog Detak Nurani ini. Tapi selalu saja tertunda karena alasan macem-macem.</p>
<p>Mengiringi posting pertama ini, aku sedang merasakan kegalauan membaca <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/fokus/2011/04/26/fks,20110426-1855,id.html">berita hasil survey yang dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP)</a>. Survey yang dilakukan terhadap para siswa sekolah negeri dan swasta itu menyatakan bahwa hampir 50% dari pelajar bersedia melakukan kekerasan berbau agama/moral. Jumlah yang lebih besar 63% menyatakan bersedia terlibat dalam penyegelan rumah ibadah penganut agama lain. Yang mengejutkan, belasan siswa menyatakan setuju dengan aksi bom bunuh diri.</p>
<p><span id="more-8"></span>Memprihatinkan.</p>
<p>Riset ini pasti menuai kontroversi pro dan kontra tentang metodologi, pertanyaan yang diajukan, sampel yang diambil, dan juga pasti motif dari peneliti.</p>
<p>Kalau buatku, survey ini adalah sebuah alarm bagi masyarakat. Ada sebuah dinamika proses keagamaan yang sedang terjadi yang layak untuk dicermati untuk kepentingan kemanusiaan kita .</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://detaknurani.com/berita/posting-pertama-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

