Awal mula

Anakku,

Setiap hal selalu memiliki awal mula. Demikian pula catatan-catatan ini.

Adalah bapak yang melihat kalian, anak-anakku, yang tumbuh semakin besar. Dan seiring pertumbuhan kalian dan interaksi kalian dengan teman-temanmu di luar rumah, kalian mulai mendapati pertanyaan-pertanyaan:

  • Apa agamamu?
  • Apa kitab sucimu?
  • Bagaimana cara kamu beribadah?

Bapak mendengar kalian bercerita tentang teman-teman kalian yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu di kolam renang, tempat les, saat ketemuan, bahkan saat kalian chatting dengan teman baru kalian.

Bapak bahagia melihat cara kalian menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari temanmu. Walaupun kalian mungkin terkadang merasa bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu, tetapi kalian tetap tersenyum dan hati kalian lapang. Kalian tak marah. Dan kalian pun tak malu dengan apa yang kalian jalani sebagai anak bapak.

Dan kalian lihat? Kalau kalian bersikap baik, maka orang lain pun bersikap baik kepada kalian. Nah, itu hal paling penting untuk kalian jalani saat ini. Siapa yang berbuat baik, maka dia akan menuai hal baik. Tak peduli apapun agama dan keyakinannya.

***

Anakku,

Walaupun bapak selalu menasihatkan kalian untuk bersikap baik kepada siapapun dan tak perlu terlalu serius menanggapi pertanyaan teman-temanmu tentang agama, tapi bapak merasa punya kewajiban untuk meninggalkan sesuatu untuk kalian. Sebagai anak bapak, kalian punya hak untuk mengetahui perjalanan hidup yang berhubungan dengan keyakinan dan kemudian menjadi keyakinan yang kalian jalani.

Untuk itulah bapak menulis. Dan inilah awal perjalanan menulis bapak untuk kalian.

Leave a Reply