Monthly Archives: July 2013

Mengapa orang bertanya tentang agama?

Anakku,

Kalian mungkin heran dan bertanya-tanya, mengapa kalian begitu sering ditanya apa agama kalian? Di kolam renang, di tempat kursus, di tempat main, dan sebagainya. Mengapa teman-teman kalian sering menanyakan hal itu, padahal kalian tidak sedang membicarakan tentang agama?

Bapak sendiri tidak tahu pasti mengapa hal itu terjadi. Ada orang yang mengajukan pertanyaan itu karena iseng. Mereka tak sungguh-sungguh ingin mengetahui jawabannya. Mereka cuma pengin tahu saja. Kalau kalian menjawab dengan senyum, mereka juga tak apa-apa.

Tapi ada mungkin ada juga yang pengin tahu beneran. Yang pengin tahu beneran itu mungkin karena keingintahuannya tinggi. Mereka mungkin diajarkan pengetahuan tentang berbagai agama oleh orangtuanya atau di sekolahnya dan mereka ingin menguji apakah yang mereka temui itu sama dengan pengetahuan yang mereka pelajari. Mereka mungkin diajari untuk menyikapi orang lain sesuai dengan agama dan keyakinannya.

Mengenai pertanyaan tentang agama itu, kalian perlu mengetahui bahwa di tempat lain ada orang-orang yang bersikap berbeda. Mereka tak menanyakan agama dan keyakinan orang lain yang ditemuinya. Mereka menganggap pertanyaan seperti itu tak sopan. Mereka menganggap agama dan keyakinan adalah urusan pribadi dan bukan untuk didiskusikan secara terbuka, apalagi diperbanding-bandingkan mana yang lebih baik dan benar.

Pertanyaan tentang agama itu baru boleh diajukan kalau ada hal yang khusus dan benar-benar berkaitan, bukan iseng atau sekedar ingin tahu. Misalnya, kalian ingin mengucapkan selamat hari raya agama tertentu dan kalian ingin memastikan bahwa teman kalian memang merayakannya, maka kalian boleh bertanya tentang agamanya. Atau, kalian ingin mengetahuinya supaya kalian bisa memperlakukan teman kalian dengan baik.

Untuk kalian anak-anakku. Bapak menyarankan kalian untuk tak bertanya tentang agama teman-temanmu kecuali jika memang sangat perlu.Misalnya, kalian kedatangan tamu dan kalian ingin menjamu dengan hidangan tertentu. Tak ada salahnya jika kalian bertanya makanan apa yang terlarang menurut aturan agama mereka. Itu adalah bagian dari penghormatan.

Secara umu, menanyakan agama seseorang itu tak perlu dilakukan. Mengapa? Karena kita memperlakukan semua orang sama, tak memandang agama, suku, dan latar belakangnya. Kita memperlakukan orang lain sebagai sesama manusia, yang layak diperlakukan dengan hormat dan sama, walaupun kita mungkin berbeda.

Tapi terkadang pembicaraan tentang agama ini tak terelakkan. Yang penting kalian jaga ketika membicarakan agama dan keyakinan dengan temanmu adalah menjaga sikap hormat. Kalian boleh bertanya, tapi tak boleh mempertanyakannya.

Apa beda bertanya dan mempertanyakan?

Bertanya adalah menggali informasi atau pengetahuan. Mempertanyakan adalah menilai keyakinan orang lain berdasarkan ukuran-ukuran kebenaran yang ada dalam keyakinanmu. Nah, yang kedua itu terlarang bagimu.

Hal kedua yang perlu kalian jaga saat memperbincangkan agama dan keyakinan adalah suasana. Kalau suasananya santai dan sehat, maka jalanilah. Berbeda pendapat dalam suasana yang baik tak menjadi apa. Tapi kalau ada emosi, kemarahan, atau penghujatan, maka hentikanlah. Diskusi tentang agama dan keyakinan yang membawa emosi tak akan menghasilkan manfaat apa-apa. Jika itu yang terjadi, maka hentikanlah, bicarakanlah hal yang lain, atau tinggalkanlah.

 

Awal mula

Anakku,

Setiap hal selalu memiliki awal mula. Demikian pula catatan-catatan ini.

Adalah bapak yang melihat kalian, anak-anakku, yang tumbuh semakin besar. Dan seiring pertumbuhan kalian dan interaksi kalian dengan teman-temanmu di luar rumah, kalian mulai mendapati pertanyaan-pertanyaan:

  • Apa agamamu?
  • Apa kitab sucimu?
  • Bagaimana cara kamu beribadah?

Bapak mendengar kalian bercerita tentang teman-teman kalian yang melontarkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu di kolam renang, tempat les, saat ketemuan, bahkan saat kalian chatting dengan teman baru kalian.

Bapak bahagia melihat cara kalian menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari temanmu. Walaupun kalian mungkin terkadang merasa bingung bagaimana menjawab pertanyaan-pertanyaan semacam itu, tetapi kalian tetap tersenyum dan hati kalian lapang. Kalian tak marah. Dan kalian pun tak malu dengan apa yang kalian jalani sebagai anak bapak.

Dan kalian lihat? Kalau kalian bersikap baik, maka orang lain pun bersikap baik kepada kalian. Nah, itu hal paling penting untuk kalian jalani saat ini. Siapa yang berbuat baik, maka dia akan menuai hal baik. Tak peduli apapun agama dan keyakinannya.

***

Anakku,

Walaupun bapak selalu menasihatkan kalian untuk bersikap baik kepada siapapun dan tak perlu terlalu serius menanggapi pertanyaan teman-temanmu tentang agama, tapi bapak merasa punya kewajiban untuk meninggalkan sesuatu untuk kalian. Sebagai anak bapak, kalian punya hak untuk mengetahui perjalanan hidup yang berhubungan dengan keyakinan dan kemudian menjadi keyakinan yang kalian jalani.

Untuk itulah bapak menulis. Dan inilah awal perjalanan menulis bapak untuk kalian.